La Rive Cute VS Chloe Chloe Eau De Parfum | Friday Fragrance – Female Daily

Chloe Chloe Eau De Parfum dan La Rive Cute, terkenal punya aroma yang sangat mirip, dengan harga yang berbeda jauh. Yuk kita lihat, seberapa banyak sih kemiripannya?

Brand La Rive, memang dikenal biasa membuat parfum dengan aroma yang terinspirasi dari aroma parfum designer. Saya sendiri punya La Rive Cute, yang digadang-gadang aromanya mirip sekali dengan Chloe Chloe Eau De Parfum. Kebetulan juga, saya memang pengguna Chloe. Saking sukanya, saya sudah sampai re-purchase Chloe Chloe Eau De Parfum. Jadi saya bisa membandingkan keduanya.

Jujur, awalnya saya nggak berekspektasi tinggi, ya. Karena dari harga pun jauh sekali, di mana Chloe harganya hampir dua juta, sementara La Rive harganya seratus ribuan saja. Bahkan kemasan travel size La Rive, cuma enam puluh ribu rupiah. Dari botolnya juga sudah langsung kelihatan, Chloe terlihat mewah dan anggun, sementara La Rive terlihat lebih biasa saja.

Nah, namun bagaimana dengan kemiripan aromanya?

Baik La Rive dan Chloe, keduanya punya aroma floral rose yang clean dan nggak powdery. Classic rose yang enak dan terasa “dingin”. Parfum semacam ini enak dipakai diberbagai suasana, bahkan dipakai di siang hari yang terik pun, aromanya tetap terasa nyaman dan nggak menusuk hidung.

Notes yang terdapat dalam Chloe Chloe Eau De Parfum adalah Peony, Litchi, Freesia, Rose, Lily-of-the-Valey, Magnolia, Virginia Cedar, dan Amber. Sedangkan komposisi aroma La Rive Cute adalah yuzu, hollyhock, black currant, rose, iris, lilly, honeysuckle, musk, cedar, dan sandalwood. Kalau dilihat sekilas, memang komposisi aromanya mirip-mirip.

Ketika pertama kali disemprot, La Rive aromanya lebih kuat, lebih manis, dan ada sedikit sekali kesan powdery yang saya rasakan. Sementara Chloe aromanya lebih tenang, clean, dan greeny, tanpa ada kesan powdery sama sekali. Mungkin karena pada La Rive, terdapat notes iris dan musk yang tidak kita temukan pada Chloe.

Namun sekitar 15 menit kemudian, aroma La Rive ini turun atau berkurang banyak dan terasa lebih synthetic. Sedangkan aroma Chloe masih mendekati dengan aroma ketika pertama kali di semprotkan. Namun jujur sih, keduanya bukan jenis parfum yang bertahan lama di badan saya. Jadi ini adalah jenis parfum yang secara berkala akan saya re-apply.

Kemiripan

Menurut saya sih, aroma kedua parfum ini memang mirip sekali. Hanya saja, La Rive sedikit lebih manis dan powdery di awalnya, dan wanginya sangat sintetik. Yang mana, saya juga nggak bisa banyak protes sih, mengingat harganya juga sangat jauh rentangnya.

Untuk ketahanan, keduanya memang nggak bertahan lama di badan saya. Namun Chloe Eau De Parfum punya ketahanan sedikit lebih baik dibandingkan dengan La Rive Cute. Kalau saya tes dipakai sebelum tidur, Chloe Eau De Parfum masih menyisakan sedikit aroma di kulit saya, walau untuk menciumnya saya harus benar-benar mendekatkan hidung saya ke area yang saya semprotkan. Namun untuk La Rive Cute, aromanya sudah hilang  ketika saya bangun tidur. Ketika saya coba semprotkan di baju, Chloe Eau De Parfum ini bertahan sampai pagi, dan aromanya masih kuat dan menyenangkan. Sedangkan La Rive aromanya tinggal sedikit sekali.

Kalau disuruh memilih, saya tetap akan memilih repurchase the OG Chloe Eau De Parfum. Walaupun mirip dan orang lain mungkin nggak bisa membedakan, namun saya punya kepuasan tersendiri ketika mencium aroma Chloe Eau De Parfum yang lebih clean dan nggak ada rasa sintetik sama sekali. Apalagi botolnya juga sangat cantik dan layak dikoleksi. Tapi kalau kamu sedang on budget dan ingin memakai sensasi aroma classic roses ala Chloe Eau De Parfum, La Rive Cute ini bisa kok dijadikan pilihan, sembari kamu menabung untuk membeli Chloe Eau De Parfum.

This content was originally published here.

Related Posts

Leave a Reply